Akhir-akhir ini kita sering melihat di situs online dan tersebar di media sosial tentang anak-anak bertubuh atletis. Salah satu nya adalah Bocah bernama Chen Yi berusia 7 tahun yang berasal dari negeri tirai bambu Cina. Di umurnya yang terbilang masih sangat belia dia telah berhasil memenangkan sebuah kompetisi senam di Hangzhou Cina. Dia berhasi memenangkan 6 medali emas serta 1 medali perak dalam kompetisi itu. Tidak heran karena tubuhnya sangat terlihat atletis dan berotot. Menurut orangtuanya Chen Yi telah berolahraga dan  dapat melakukan pull up di usia 2 tahun. Hebat bukan?

Namun dari unsur kesehatan berbahayakah  anak anak di usia dini berotot dan mempunyai sixpack?

Kali ini kita akan membahas bahaya anak usia dini memliki tubuh atletis dimasa akan datang.

Sebenarnya untuk pertumbuhan tidak ada salahnya anak anak diajarkan latihan angkat beban, pull up dan sit up. Namun latihan ditentukan dengan usia dan jenis latihannya.

Semua olahraga dan latihan harus disesuaikan dengan tumbuh kembangnya. Ketika fase petumbuhan tulang masih bertambah panjang dan tinggi tidak dianjurkan untuk melakukan latihan yang sifatnya membangun massa otot yang membentuk otot menjadi besar atau yang disebut Body Building.

Jika itu dilakukan saat usia 5 tahun atau usai 7 tahun bahkan sebelum usia remaja akan mempercepat faktor penutupan tulang lebih cepat dan tidak akan bertumbuh tinggi  seperti  anak – anak berusia sama yang tidak berolahraga. Secara medis penutupan tulang terjadi pada saat berusia sekitar  17 sampai 19 tahun untuk anak laki-laki. Sehingga besar kemungkinan jika latihan berat dilakukan saat dibawah usia 17 tahun pertumbuhan tingginya akan terganggu.

Saat menginjak usia 20 tahun, latihan angkat beban berat sudah boleh dilakukan, tapi kalau masih diusia belasan sebaiknya hindari latihan-latihan volume berat yang bersifat mebentuk kekuatan otot. Kalau hanya melakukan sit up dan pull up boleh dilakukan itupun harus sesuai repitisi, repitisi adalah istilah dari maksimum mengangkat satu kali sesudah itu tidak bisa mengangkat lagi.

Beban besar yang bisa diangkat sekali, hal semacam itu tidak boleh dilakukan oleh anak anak, lebih baik mampu dilakukan sepuluh kali.

Karena system otot tulang anak anak berbeda dengan orang dewasa, jadi resiko cedera bagi anak-anak lebih besar. Dan penyembuhan cedera juga berbeda dengan orang dewasa.

Misalkan terjadi cedera pada tulang didekat titik tulang pertumbuhannya, maka semakin sulit untuk recovery, sehingga proses penyembuhan akan lebih lama, komplikasi pun akan menjalar kemana-mana. Sehingga mengakibatkan anak mudah lemas dan akhirnya anak anak juga bisa depresi.

Jangan paksa anak-anak untuk olahraga berat, dan biarkan atas kemauannya sendiri. Ajak mereka olahraga yang ringan seperti sepak bola, bulu tangkis, basket serta olahraga ringan lainnya.

Mengajarkan hidup sehat pada anak di usia dini sangat bermanfaaat untuk mereka dimasa depan. Namun akan menjadi berbahaya bagi tubuh mereka dimasa depan jika salah mengartikan mempunyai tubuh atletis di usia dini adalah kesehatan juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us